Assalamualaikum Wr.Wb.
Sepakat kah jika hidup itu harus selalu berubah, berubah kearah yang positif? Kalau sepakat acuhkan tangan anda dan ucapkan dalam hati saya harus berubah. Hidup tak boleh statis tapi harus dinamis, sebagaimana nasihat dari sang pahlawan Ibu Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang, janganlah menyerah untuk meraih kemenangan.
kali ini saya akan menceritakan sebuah kisah From Zero to Hero yang mungkin bisa memotivasi kita semua, cerita ini saya berikan judul "Sakuragi Slam Dunk". Kisah ini menceritakan tentang Sakuragi Hanamichi, seorang anak berandalan dan mempunyai sikap yang konyol terhadap semua orang.
A. Kisah Sakuragi Hanamichi "King of Rebound"
Sakuragi Hanamichi adalah seorang anak berandalan bengal yang memiliki rekor 50 kali ditolak wanita. Namun ketika masuk SMA, pandangannya langsung tertuju ke wanita cantik dan ramah bernama Haruko. Mengetahui Haruko menyukai basket, Sakuragi Hanamichi berusaha mati-matian terjun ke dunia basket untuk mendapatkan perhatiannya. Tapi perjuangannya tidak mudah, Ia tidak mengetahui apa-apa mengenai basket, sehingga dia harus belajar dari dasar. Selain itu Sakuragi juga melakukan awal yang kurang baik ketika memasuki tim basket karena harus berkonflik dengan beberapa anggota tim, salah satunya adalah Takenori, seorang kapten yang disebut Sakuragi mirip gorila ini merupakan karakter yang keras dan disiplin.
Sakuragi adalah seorang yang bodoh, tidak tahu malu, percaya diri yang berlebihan, bermulut besar, meremehkan orang lain, suka memberikan julukuan-julukan aneh pada orang lain adalah sesuatu yang unik. suatu saat dia masuk tim basket bernama Shohoku, tim ini tidaklah sama sekali bukan tim yang hebat walaupun didalamnya terdapat pelatih profesional dan beberapa anggota tim yang sudah profesional di bidangnya. Dari sinilah Sakuragi mulai bergabung tanpa mengetahui basic dasar bermain basket. Ia hanya bermodal kan sikap acuh tak acuh yang dimilikinya dalam bermain basket. Sakuragi juga dianggap tidak mampu bermain basket oleh anggota tim, banyak yang tidak suka dengan perilakunya.
Setiap pertandingan yang ada Sakuragi tidak pernah diturunkan oleh pelatihnya, padahal Ia selalu datang untuk latihan bersama tim menjelang pertandingan. Hal ini pun yang membuatnya sangat merasa marah karna dia tidak dianggap oleh tim nya sendiri. Tapi walau begitu Sakuragi tetap bersabar dengan sikap sombongnya itu, sebab itulah yang membuat dia tetap jadi orang yang percaya diri. Seiring berjalannya waktu, Ia tidak kehilangan kesabaran karena sikap rekan tim nya yang sangat acuh terhadapnya, dia pun semakin merasa kesal dan berfikir untuk meninggalkan tim. Tapi, tiba-tiba Haruko datang dan berbicara pada Sakuragi tentang masalah yang sedang dihadapinya. Haruko berkata pada Sakuragi, bahwa Haruko mengidolakan seorang pemain basket senior profesional Jepang bernama Naguchi Harada. Dia bilang kepada Sakuragi bahwa idola nya itu adalah orang yang hebat, bukan hanya hebat dalam bermain basket, tapi hebat dalam mengendalikan situasi yang dihadapinya bersama rekan tim, baik itu diluar maupun di dalam lapangan.
Dari cerita itulah, Sakuragi pergi ke perpustakaan Olahraga Jepang dan mencari tau seperti apa latar belakang dan sikap dari idola yang dibanggakan oleh Haruko. Setelah membaca apa yang telah dilakukan oleh Naghuci Harada, kemudian Sakuragi berfikir bahwa dia harus menjadi orang yang dermawan seperti yang di idolakan oleh Haruko. Semenjak inilah Sakuragi mulai rajin latihan basket secara rutin dan berkala, bahkan dia latihan sendiri untuk terus mengasah skill nya agar bisa bermain bersama timnya. Yang Sakuragi harapkan adalah bisa menjadi orang yang hebat bermain basket, tidak sombong, ramah terhadap orang lain dan tidak pernah meremehkan orang lain di dalam ataupun diluar lapangan seperti Naghuci Harada, sang idolanya Haruko.
Waktu demi waktu pun berjalan, Sakuragi belajar sangat cepat dan mampu berkembang pesat, baik skill basketnya maupun sikap baik yang dia tunjukan kepada orang lain ataupun rekan tim nya. Karna perkembangan bermain basketnya yang begitu pesat dan hebat, bahkan Sakuragi sampai dijuluki "King of Rebound" hanya dalam waktu hitungan bulan, sehingga membuat lawan-lawannya waspada dan menyadari bahwa dimasa depan dia akan sangat berkembang. Semenjak itulah Sakuragi menjadi orang yang sangat hebat dalam bermain basket dan menjadi orang yang baik dalam berperilaku terhadap orang lain, karna dia ingin menjadi orang yang di idolakan oleh Haruko.
Suatu ketika, ternyata Naghuci Harada ditangkap oleh kepolisian Jepang karena telah menggunakan obat terlarang, berita ini sangat mengejutkan sekaligus membuat Haruko sangat kecewa dengan idolanya. Lalu Haruko datang menemui Sakuragi untuk menceritakan kekecewaannya terhadap idolanya itu, Haruko mengatakan bahwa ternyata apa yang kita lihat baik belum tentu dilihat baik juga oleh orang lain, begitupun sebaliknya. Sakuragi pun terkejut dengan ucapan Haruko, tapi dari sinilah Sakuragi berfikir bahwa satu-satunya hal yang baik dan terbaik adalah menjadi diri sendiri serta berfikir untuk selalu hidup dengan attitude yang baik juga. Sebab orang lain tidak akan tahu apa yang diri kita lakukan di depan dan di belakang layar kehidupan. Sakuragi pun menyadari semua kesalahannya dan berjanji untuk selalu intropeksi dirinya dan tetap menjadi orang yang baik pada semuanya tanpa meremehkan sama sekali.
B. Pelajaran yang perlu diperhatikan
Dari cerita tersebut kita menyadari bahwa orang yang tidak mampu melakukan sesuatu bukan karna dia bodoh ataupun lemah, tapi memang setiap orang itu butuh sebuah pembelajaran, dan pembe;ajaran ada peroses serta mekanismenya. Selain itu, kita juga diajarkan untuk selalu berlaku baik dengan etika yang baik terhadap semua orang tanpa meremehkan apalagi merendahkannya. Jadi diri sendiri itu ternyata lebih baik daripada kita harus menjadi diri yang orang lain inginkan, sebab jika orang hidup dengan penuh tuntutan dan banyak keinginkan hanya akan membuat orang itu kebingungan dalam membentuk jati diri sejatinya. Maka dari itu, cintailah diri sendiri dan selalu lakukan intropeksi agar dapat merubah diri yang orang lain tidak sukai. Buatlah orang lain segan terhadapmu dengan etika dan perilakumu, bukan dengan kesombongan dan sifat burukmu.
Terimakasih. Semoga bermanfaat
Jakarta, 18 Maret 2020
Penulis,
Arif Maulana Febryantoro
Komentar
Posting Komentar